Kamis, 17 Maret 2011

APAKAH QURAN DARI ALLAH ?

Pada hakekatnya umat Islam mengakui secara lisan, tulisan, dan hati bahwa Allah telah menurunkan (Nazil) Al – Quran kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril, dan tidak satupun yang berubah dan diubah, sesuai dan seturut dengan firman Allah dalam ayatnya;

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ( QS 15:9)

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Quran). Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya.” ( QS 18:27)

Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku” (QS 6:19)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an).” (QS 18:1)

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS 53:4)

Bahkan kaum kafir Quraishpun telah curiga bahwa Quran adalah kebohongan yang dibuat2 oleh Muhammad, namun Muhammad meyakinkan pengikutnya bahwa Quran itu benar dari Allah.

Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kelaliman dan dusta yang besar. (QS 25:4)”

Dari beberapa artikel sebelumnya kita telah mengetahui bahwa Muhammad bukanlah seorang yang buta huruf. Dan ia banyak belajar mengenai agama dari Zayd bin Amr dan juga dari Waraqah, sepupu dari Khadijah, istri pertamanya. Zayd bin Amr dan Waraqah adalah seorang monotheisme, dan ia ingin mengubah cara beragama orang2 Mekah yang polytheisme (percaya banyak Tuhan) menjadi sama dengan mereka (percaya satu Tuhan). Bahkan Waraqah menterjemahkan kitab2 kedalam bahasa Arab, agar lebih mudah dimengerti oleh orang2 Arab.

Quran mengatakan bahwa bangsa Arab adalah bangsa yang belum memiliki kitab suci, berbeda dengan bangsa Yahudi yang telah memiliki kitab suci (Taurat dan Injil),

Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga..’ (QS 2:78)

Oleh karenanya Muhammad mempelajari kitab2 Yahudi dan Injil Ibrani (Injil Matius) dengan Waraqah. Kitab ini adalah hasil terjemahan kedalam bahasa Arab oleh Waraqah, dimaksudkan agar orang Arab memiliki kitab sucinya sendiri;

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).’ (QS 43:3)

Saat Muhammad tidak mengerti dan ragu tentang wahyu Allah yang akan ditulisnya, ia diperintahkan agar bertanya kepada Ahlul Kitab (Yahudi dan Nosrania).

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,.’ (QS 16:43)

Dan salah satunya yang membaca kitab yang datang sebelumnya adalah Al Qiss Waraqah.

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.’ (QS 21:7)

Istilah ‘Quran’ secara linguistik berarti ‘kuliah’ atau ‘komentar.’ Ekspresi ini adalah derivative substantive dari kata kerja Aramaic trilateral. Huruf ketiganya adalah konsonan lemah: Qro, neqro, qiryono. Ini bisa berarti kuliah (Qira’ah) atau pembacaan/pelafalan (tilawah) dari sebuah teks tertulis.

Kata ‘Quran’ digunakan 58 kali dengan kata pendahulu ‘al’ dan 12 kali tanpa kata pendahulu ‘al’. Juga, bahasa Arab menggunakan bentuk tidak definitif (indefinite form) untuk menunjukkan bahwa Quran, dalam bahasa arabnya, diungkapkan seperti yang ada dalam bahasa asalnya, seperti dalam pertanyaan retorik dibawah ini.

‘Apakah (Quran) dalam bahasa asing atau Arab? Katakan: ini petunjuk dan obat bagi mereka yang percaya.’ (QS 41:44)

‘Kami menurunkannya kedalam bahasa Arab, sehingga kau dapat mengertinya.’ (QS 12:2)

Orang2 yang mengerti bahasa Arab mengerti detil terjemahan ini.

‘Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,’ (QS 41:3)

Quran ditulis dalam bahasa Arab sehingga Muhammad bisa membacanya tanpa tergantung orang lain. Quran ditulis dalam bahasa Arab agar sang rasul, Muhammad dapat mengumumkan wahyunya di Mekah dan tempat2 sekitarnya. Jika Arab menerima buku dalam bahasa asing, mereka tidak akan mengerti pesan2 yang terkandung didalamnya. Mereka ingin terjemahan dalam bahasa mereka sendiri. ‘Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?".’ (QS 41:44) Di lain pihak, kalau orang asing menerimanya dalam bahasa Arab, mereka tidak dapat mempercayainya. ‘Dan kalau Al Qur'an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya..’ (QS 26:198-199)

‘Elaborasi / Penjelasan’ (Mufassal) memiliki 2 arti dalam Quran:

1) mufassal memberi kesan Arabisasi (Muarrab), terjemahan dari bahasa lain ke bahasa Arab, sehingga pendengar dan pembaca bisa mengerti isinya dan berlaku sesuai dengan prinsip2nya.

Muhammad setuju dengan orang2 Mekah untuk memiliki buku dalam bahasa Arab.

‘Kalau kami mengirimkan Quran dalam bahasa selain Arab, mereka akan mengatakan: mengapa ayat2nya dijelaskan secara mendetil (fusilat)’? (QS 41:44)

Disetujui pula bahwa buku asing yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab itu dilakukan oleh pakar bijak (khabir hakim) yang pandai menerjemahkan ayat2 dari buku asing kedalam bahasa Arab yang jelas.

‘Sebuah buku yang ayat2nya dijelaskan guna menciptakan sebuah Quran dalam bahasa Arab bagi orang2 untuk dimengerti.’(QS 41:3)

2) istilah ‘mufassal’ juga berarti ; secara mendetil atau di-elaborasi. Ini merupakan kunci akan pengaturan bab dan ayat buku tersebut serta terjemahan kitab2 suci sebelumnya, sesuai dengan fakta, keadaan dan peristiwa. Ini dilakukan agar pendengar mudah mengerti dan mempelajari Qur’an. ‘Kami menjelaskan secara detil ayat bagi orang yang mengerti.’ (QS 7:32, 9:11). ‘Ia yang mengirim buku ini kepadamu menjelaskan secara mendetil.’ (QS 6:114)

Lihat juga: QS 7:52, 6:126, 17:12.

Ayat2 ini menunjukkan bahwa Quran (Komentar) dalam bahasa Arab ini ‘membuang’ (tassarafa) kata2 dan teks Ibrani aslinya guna memberikan kata2 dan teks Arab yang mudah dimengerti. Lihat: QS 17:41, 17:89, 20:113,

Quran mengekspansi, meng-elaborasi dan menjelaskan secara detil ajaran dari kitab asing dengan mengingat situasi Arabia pada permulaan abad ke 7. ‘Lihatlah bagaimana kami menjelaskan tanda2 dalam berbagai lambang.’ (QS 6:46) Ini menyatakan sebagai otentik (saddaqa) eksistensi sebuah buku asli. Walaupun transmisi dari kitab lain menjadi Quran membawa modifikasi, pesan utama dan inti ajarannya tetap mengacu pada ajaran dalam kitab aslinya.

Muhammad sering menjelaskan otentisitas apa yang telah ditransmisi dari ‘buku yang ada dalam tangannya.’ Ia menegaskan bahwa Quran sebenarnya hanyalah otentifikasi (tassadiq) Kitab Ibrani. (QS 3:3)

Lihat ayat2:

‘Buku ini menegaskan kitab2 sebelumnya kedalam bahasa Arab.’(QS 46:12)

‘Ini sebuah buku yang kami turunkan, membawa rahmat dan menegaskan wahyu yang datang sebelumnya.’ (QS 6:92) Lihat juga QS 2:191, 35:31.

‘Ini bukan cerita yang diciptakan, tetapi penegasan atas Kitab2 yang diwahyukan sebelumnya.’ (QS 12:111)

Ya, Quran hanyalah transformasi dan modifikasi dari kitab2 yang telah ada sebelumnya, khususnya kitab Ibrani yang menjadi Injil bagi masyarakat Nosrania.

Setelah kita melihat untuk apa Quran itu ditulis, marilah kini kita mencermati siapakah yang berkata2 dalam Quran. Menurut Islam, Quran mengandung kata2 dari Tuhan. Quran haruslah dibaca seakan2 Tuhan mengucapkan sendiri kata2 di dalamnya. Point ini sangat penting, karena JIKA QURAN ADALAH PERKATAAN TUHAN, MAKA QURAN HARUSLAH SEMPURNA, TIDAK BOLEH ADA KESALAHAN SEDIKITPUN DIDALAMNYA. Namun, bukan ini kenyataannya.

Pertama-tama kita akan lihat beberapa ayat di Quran yang jelas-jelas merupakan kata-kata ucapan Muhammad, bukan Allah.

Sura AL FAATIHAH (QS 1:1-7):
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Kita tidak perlu menjadi seorang jenius untuk melihat bahwa kata2 ini jelas ditujukan kepada Tuhan, dalam bentuk sebuah doa. Kata2 itu adalah ucapan Muhammad yang memuji Tuhan dan meminta petunjuk Tuhan. Penterjemah Muslim seenaknya saja menambah kata “say” ( “katakanlah”: Indonesia, atau “Kul” : Arab) dalam Quran versi bahasa Inggris pada permulaan sura ini untuk menghapuskan masalah ini. Kata “say” didapatkan paling tidak 350 kali dalam Quran; dan jelas sekali kata ini ditambahkan untuk menghapuskan masalah yang memalukan ini. Jadi sekarang kita punya bukti langsung bahwa Quran dimulai dengan kata2 ucapan Muhammad sendiri.

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu). (QS 6:104)

Dalam ayat ini, jelas sekali yang mengatakan “..aku sekali-kali bukanlah pemelihara..” adalah Muhammad. Bahkan Dawood dalam terjemahannya menambahkan tulisan kaki bahwa “Aku” merujuk pada Muhammad.

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS 27:91)

Sekali lagi, yang berbicara jelas sekali adalah Muhammad sendiri, yang mencoba menghalalkan pembunuhan orang Mekah yang tidak berdosa, yang tidak mau mengikuti Tuhan nya Muhammad. Dawood dan Pickthall berdua menambahkan kata “say” dalam terjemahan mereka, yang tidak ada dalam versi bahasa Arab.

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, (QS 81:15)

Lagi-lagi di sini jelas jelas Muhammad yang bersumpah, dan bukan Tuhan yang bersumpah, dengan bintang-bintang.

Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). (QS 84:16-19)

Sekali lagi, itu Muhammad yang bersumpah dan bukan Tuhan. Dia bersumpah dalam nama Matahari dan Bulan, kedua-duanya dewa suci bangsa Arab sebelum Islam.

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (QS 6:114)

Setiap orang waras bisa melihat bahwa itu bukan kata-kata Tuhan, tetapi kata-kata ucapan Muhammad sendiri. Dalam terjemahannya, Yusuf Ali menambah kata “say”, yang tidak ada dalam versi asli bahasa Arab, dan tidak menambah komentar atau catatan kaki.

Ayat2 diatas menunjukkan bahwa Quran bukanlah perkataan Allah, tapi perkataan Muhammad yang diserupakan sebagai perkataan Allah. Ada beberapa kisah yang menceritakan bagaimana Quran dituliskan;

Abdullah Ibn Sa’d Abi Sarh, adalah seorang mualaf yang menjadi pencatat Quran, namun kembali murtad dan meninggalkan Islam setelah mengetahui kebohongan Muhammad. Abi Sarh mengatakan, "Saya biasanya mengarahkan Rasulullah kemanapun saya mau”. Rasulullah mendiktekan kepada saya "Yang Maha Tinggi, Maha Bijaksana", dan saya hanya menuliskan "Maha Bijaksana" saja. Kemudian Rasulullah mengatakan, "Ya, itu semua sama saja". Dalam suatu keadaan tertentu, dia mengatakan, "Tuliskan begini dan begitu", tetapi saya hanya mencatatkan "Menulis" saja, dan Rasulullah berkata, "Tulis apapun yang kamu sukai."

Ketika Abi Sarh menulis perkataan Muhammad, "Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: 'Telah diwahyukan kepada saya', Ia tersadar bahwa itu hanya kebohongan belaka, tidak ada wahyu Allah kepada Muhammad, yang ada adalah perkataan Muhammad sendiri. Dan ia semakin yakin karena iapun dapat mengedit Quran sesuai keinginannya. Karena hal tersebut, ia murtad dan meninggalkan Islam.

Pada hari Muhammad menaklukkan Mekah, dia memerintahkan Abi Sarh untuk di bunuh, karena orang ini adalah salah satu yang mengetahui rahasia kebohongannya. Namun Abi Sarh bersembunyi dan meminta perlindungan Utsman. Dengan terpaksa Abi Sarh kemudian masuk Islam lagi demi keselamatan nyawanya. [Tabari, vol. viii, p.179]

Ayat2 yang ditulis Abi Sarh tersebut kini menjadi ayat 6:93;

Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah",… (QS 6:93)

Muhammad juga menantang para pembacanya untuk membuat sura yang serupa dengan Quran, jika mereka tidak percaya bahwa Quran ini adalah benar2 dari Tuhan;

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". (QS 11:13)

Membuat kitab seperti Quran amatlah mudah, yang menjadi masalah adalah tidak ada kreteria yang jelas yang ditetapkan oleh Muhammad. Ingin bukti? Ada seseorang bernama “Mirza Ghulam Ahmad Qadiani“ yang mampu membuat kitab yang sama dengan Quran dan bahkan karena kesamaannya kitab tersebut dijadikan pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya.

Kitab yang dimaksud adalah kumpulan dari serpihan kitab2 yang dijadikan satu kitab utama yang bernama ROOHAINI KHAZAIN dan dipakai sebagai pedoman dan landasan keimanan pengikut Ahmadiah.

Roohaini Khazain saja sudah membuktikan bahwa membuat Quran adalah perkara yang gampang. Banyak orang yang tak mau meladeni tantangan Muhammad itu, karena hadiahnya sangatlah tidak menarik. Yaitu hukuman mati. Hal yang juga diikuti antek2 Muhammad dimasa kini, yang mengatakan AHMADIAH TUBUHNYA HALAL UNTUK DIBUNUH.

SEMUANYA ITU MENUNJUKKAN BAHWA QURAN BUKANLAH WAHYU DARI ALLAH, MELAINKAN HASIL PEMIKIRAN SEORANG MUHAMMAD. LALU DARIMANAKAH MUHAMMAD MENDAPATKAN INSPIRASI UNTUK AYAT2NYA TERSEBUT ?

Mari kita lihat pada uraian selanjutnya; Sumber Al Quran

Rabu, 16 Maret 2011

KISAH PARA MANTAN MUSLIM / MURTADIN


Tidak mudah memang bagi orang2 yang telah meninggalkan Islam untuk terbuka kepada semua orang bahwa ia adalah murtadin. Karena akibatnya adalah pengucilan, ancaman, siksaan, bahkan pembunuhan harus dialami oleh para murtadin diseluruh dunia.

Berikut beberapa kisah mantan muslim yang ada diberbagai penjuru dunia, untuk murtadin Indonesia sengaja tidak kami tampilkan demi keamanan jiwa mereka;


MALAYSIA – Kisah Lina Joy

Lina Joy, yang lahir sebagai Azlina Jailani, telah mengajukan perubahan nama di kartu identitasnya. Departemen Pendaftaran Nasional (Catatan Sipilnya Indonesia) menyetujui tapi menolak merubah Muslim dari kolom agama.

Ia mengajukan keputusan ke sebuah pengadilan sipil namun diberitahu dia harus ke pengadilan Syariah Islam. Joy, 43 tahun, berargumen dia tidak dapat diikat oleh hukum Syariah karena dia telah pindah ke agama lain.

Akhirnya, setelah menunggu selama 6 tahun, perjuangan Lina Joy agar perpindahannya dari Islam ke agama lain kini pupus sudah. Pengadilan Federal Malaysia menentukan hari ini bahwa ia harus tetap berstatus Muslim dan kata Islam tidak dapat dihilangkan dari KTP nya.

Membacakan keputusannya pada ruang pengadilan yang penuh sesak di Pengadilan Putrajaya pagi itu, Hakim Ketua, Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim, memutuskan bahwa yurisdiksi tetap berada pada pengadilan Syariah dan bukan pada pengadilan sipil.

Kasus ini mempersoalkan keputusan Departemen Pencatatan Nasional untuk tidak menghilangkan kata ‘Islam’ dari MyKad (KTP) Lina. Departemen itu mengatakan, untuk menghapuskan kata 'Islam' dari KTP di Malaysia, mereka memerlukan keputusan dari pengadilan syariah untuk menetapkan kemurtadannya dari Islam.

Lina telah mengajukan kasusnya kepada pengadilan tinggi, pengadilan banding dan sekarang kepada Pengadilan Federal.

Hakim Ahmad Fairuz mengatakan bahwa Dep Pencatatan memang berhak menuntut keputusan pengadilan Syariah untuk menegaskan kemurtadan Syariah dan bahwa :"Pendeknya, ia (Lina) tidak dapat seenaknya masuk atau meninggalkan sebuah agama ... Ia harus mengikuti peraturan. Dan kasusnya telah ditolak."

Namun hakim non-Muslim yang tidak setuju dengan keputusan ini menganggap tuntutan Dep Pencatatan adalah "diskriminatif & tidak konstitusional," dan tidak masuk akal mengharapkan seseorang untuk merugikan diri sendiri didepan pengadilan syariah.

Massa sebanyak 300 ber-tahlil atau membaca Quran sambil menanti keputusan ini. Dan ketika keputusan turun, mereka berteriak2 ALLAHU AKBAR !

Lina Joy, takut akan pembalasan dan pembunuhan oleh kelompok2 Muslim, tidak hadir di pengadilan. Muslim2 pengikut agama damai ini merayakan penghancuran hak kebebasan beragama Lina Joy
Sekitar 60 persen dari 26 juta penduduk Malaysia adalah Melayu Muslim, yang hak-hak sipil, perkawinan dan pribadi nya ditentukan oleh pengadilan Syariah. Minoritas – etnis Tionghoa, India, dan komunitas lain yang lebih kecil – diatur oleh pengadilan sipil.

Namun konstitusi tidak mengatakan siapa yang mempunyai keputusan akhir dalam kasus-kasus seperti kasus Joy saat Islam mengkonfrontasi Kekristenan, Hinduisme, Buddhisme atau agama-agama lain.

Tokoh-tokoh pendiri Malaysia sengaja meninggalkan konstitusi samar-samar, tidak bersedia mengecewakan tiga kelompok etnis dominan setelah kemerdekaan dari Inggris 50 tahun yang lalu, dimana saat itu membangun bangsa multiras yang damai lebih penting.

Situasi tersebut semakin diperkeruh dengan konstitusi yang menggambarkan Malaysia sebagai negara sekular tapi mengakui Islam sebagai agama resmi.

Lina Joy akhirnya dikucilkan oleh keluarganya dan dipaksa keluar dari tempat dia bekerja. Tahun lalu dia pergi bersembunyi. Seorang pengacara Muslim yang mendukung kasusnya menerima ancaman akan dibunuh.


MESIR - Sheik yang dipenjara karena Murtad

Seorang Sheikh yang dipenjara selama 18 bulan menyatakan dari selnya bahwa ia ditahan karena tuduhan 'menghujat Islam' karena murtad dan masuk agama lain.

Intel Mesir mentransfer Bahaa el-Din Ahmed Hussein el-Akkad, 57, ke penjara gurun pasir Wadi el-Natroun bulan lalu. Ia mengatakan, ia akan disekap disana tanpa batas waktu kecuali ia bersedia memata2i murtadin2 lain yang berpindah agama.

Menurut pengacara penjara Kairo, Athanasius William, kliennya dipenjara di penjara gurun pasir “hanya karena ia memilih agama lain”

El-Akkad dipenjara tanpa tuduhan selama lebih dari satu tahun setelah Intel menahannya di Kairo tgl April 6, 2005.

Walau terus diinterogasi, mantan Muslim itu tidak pernah diberitahu apa sebenarnya tuduhan yg dijatuhkan terhadapnya, tetapi rekan2 sepenjaranya mengatakan bahwa ia ganti agama dan membaptis orang sehingga mengakibatkannya dipukuli sampai babak belur oleh sesama tawanan.

Setelah pengadilan memerintahkan pembebasannya, pihak intel tidak mengacuhkan keputusan itu. Malah mereka memindahkannya ke penjara di gurun pasir. Dalam sejumlah tulisan tangannya yang diselundupkan dari penjara beberapa bulan ini, ia mengatakan bahwa ia memilih agama lain setelah bertahun2 mempelajari Islam.

Selama lebih dari 20 tahun, mantan Sheikh ini adalah anggota kelompok Islam fundamentalis, Tabligh dan Da’wah, yang secara aktif membujuk non-Muslim masuk Islam tetapi menolak kekerasan. Ia memimpin mesjid di Al-Haram, di kawasan Giza dekat Kairo. Th 1994 ia menerbitkan buku, Islam: the Religion, buku berisi 500 halaman yg mengulas Islam.

Tetapi ia semakin kecewa dengan Islam dan 5 tahun lalu ia mulai mencari versi Tuhan yang bisa dikenalinya secara pribadi. Baru pada bulan Januari 2005 ia mulai mempelajari Injil secara intensif dan dalam beberapa minggu ia MURTAD TOTAL !

“Ini bukti bagi semua Muslim,” tulis El-Akkad, “bahwa orang yang mempelajari kedua agama dari perspektif serius dan obyektif akan memilih pendekatan cara Kristen.”

Tetapi dua bulan kemudian, kemurtadan El-Akkad membuat marah intel dan ia dijemput dari kantornya.

Walau kaum Kristen Mesir bebas memeluk Islam, namun warga Muslim TIDAK BOLEH mengganti identitas agama mereka. Mereka yang murtad akan ditangkap intel dan dituduh menghujat Islam atau mengancam kemanan nasional.


IRAN – Dituduh sebagai pengedar narkoba karena murtad

Tujuh tahun setelah Issa Motamedi Mojdehi beralih dari Islam ke agama lain, polisi rahasia Iran memenjarakannya karena meninggalkan Islam namun memakai tuduhan resmi (palsu) pengedaran narkoba

Para pejabat secara resmi membuat tuduhan bahwa manusia 31 tahun ini mengedarkan narkoba ketika dia diciduk dua pekan lalu. Tapi pejabat2 Savama (polisi rahasia) telah memberitahu Motamedi Mojdehi bahwa pelanggarannya sesungguhnya adalah MENINGGALKAN ISLAM. Jika dia tidak menyangkal iman agama barunya dan kembali ke Islam, para pejabat memperingakannya, ia akan tetap dipenjara dan bahkan kemungkinan akan dihukum mati.

Dalam surat penahanan tertanggal 22 Juli, Motamedi Mojdehi diperintahkan untuk melapor dalam tempo tiga hari ke kantor polisi urusan kriminal di Rasht, kota kelahirannya di Iran barat-daya. Ketika ia patuh melapor pada July 24, ditangkaplah ia. Seminggu kemudian ia dipindahkan ke penjara Lakan Prison.

Para pejabat keamanan memperingati Motamedi Mojdehi bahwa tidak seorang pun di luar Iran yang akan tahu atau peduli dengannya, beberapa narasumber membocorkan ini kepada Compass.

Seorang pejabat yang dikenal hanya sebagai Mr. Baghani mengancam Motamedi yang ditawan ini bahwa dirinya mungkin akan menjalani “hukuman mati berulang-ulang” hingga orang2 Iran mengerti ngerinya akibat murtad / pindah agama di dalam Hukum Syari'ah Islam. Dalam system peradilan Iran, kasus murtad ditaruh dalam daftar yang sejajar dengan kasus pembunuhan dan pengedaran narkoba dengan ancaman hukuman mati.

Sumber-sumber lokal setempat memastikan bahwa benar Motamedi Mojdehi dan istrinya Parvah, yang juga telah menjadi pemeluk agama lain, “telah menjadi bahan keprihatinan para penguasa” pada January, ketika mereka mengambil nama dari Bible, Micah, bagi putra mereka yang baru lahir. Tidak jelas apakah pasangan ini diizinkan mendaftarkan nama bayi tersebut pada kantor catatan sipil setempat.

Motamedi Mojdehi diperkirakan akan diadili segera dihadapan sebuah pengadilan revolusi Iran di Rasht, ibukota provinsi Gilan. Menurut laporan 1 Agustus dari Komisi Kebebasan Beragama Sedunia Evangelical Alliance (WEA), kabar-kabar burung juga telah tersebar bahwa istri orang ini pun akan ditahan dengan tuduhan palsu narkoba.

Pemerintah Iran secara sering dan rutin memang menggunakan tuduhan2 palsu pengedaran narkoba sebagai alasan untuk memenjarakan mereka yang dianggap penjahat politik atau agama. Ini dimaksudkan untuk mengakali jaminan2 dari pasal 23 UU Iran, yang mana melarang penyelidikan ke dalam masalah kepercayaan pribadi dan yang menyebut bahwa "tidak seorang pun akan diganggu atau dizalimi cuma karena kepercayaan yang dianutnya".

Penyalahgunaan narkoba yang meluas seolah menjadikan tuduhan tersebut sah saja. Pejabat berwenang Iran juga menyebut bahwa lebih 60 percent dari tahanan penjara Iran adalah dari kasus seputar narkoba, menurut sebuah laporan Radio Free Europe pada June 26. Thn lalu, director dari Iranian National Center for Addiction Studies memperkirakan bahwa 20 percent dari penduduk Iran “sedikit banyak terlibat penyalahgunaan narkoba,” menempatkan Iran pada ranking teratas soal urusan kecanduan narkoba di dunia.

Sejak revolusi Iran, pemerintah telah secara ketat melarang semua jenis kegiatan warga agama lain, menutup banyak tempat ibadah agama lain dan memenjarakan pemeluk2 agama lain yang berasal dari latar belakang Islam.

Di Gorgan, murtadin Ali Kaboli akhirnya dibebaskan dengan jaminan pada 12 Juni setelah enam pekan dipenjara atas tuduhan yang tidak jelas. Seorang murtadin lainnya, Hamid Pourmand, telah menjalani penjara hampir dua tahun atas tuduhan "menyembunyikan" identitas agama barunya selagi menjabat pangkat kolonel dalam angkatan militer Iran. Pourmand telah menjadi murtadin sejak lebih dari 25 thn lalu.

Menurut sumber-sumber laporan, petinggi2 Savama baru2 ini telah mengeluarkan surat2 penangkapan di banyak kota mengejar2 para murtadin yang menjadi pemeluk agama lain, menuntut mereka balik ke Islam.


MESIR – Aktivis HAM dibunuh karena berlawanan dengan Islam

Dr. Farag Foda adalah pemikir, pejuang HAM, aktivis, penulis dan kolumnis terkenal Mesir. Bermarkas di Kairo, ia dikenal karena artikel2 dan satir2nya yang tajam tentang Islam fundamentalis di Mesir

Dalam surat kabar ia sering menunjukkan titik2 kelemahan ideologi Islam. Diantaranya, ia mengekspos imam paling populer Mesir, Abd al-Hamid Kishk, karena "mengatakan pada pemirsanya bahwa Muslim yang masuk surga akan menikmati EREKSI ABADI ditemani lelaki2 muda yang penuh didandani anting2 dan kalung2 dan menjanjikan mereka "
Ia ditembak mati di kantornya, 8 Juni 1992 oleh 2 Muslim fundamentalis dari Al-Gama'a al-Islamiyya. Puteranya dan saksi mata luka2 serius dalam serangan itu. Sebelum kematiannya, Farag Foda dinyatakan sebagai murtad dan musuh Islam.

Pakar AL-AZHAR, Mohammad Al-Ghazali, ahli saksi pada pengadilan mengatakan : TIDAK SALAH UNTUK MEMBUNUH MUSUH ISLAM.

Al-Ghazali mengatakan: "Pembunuhan Farag Foda sebenarnya merupakan implementasi hukuman terhdp murtadin dimana imam (negara) gagal memberlakukannya."

Namun salah satu pembunuh Foda, Abd al-Shafi Ahmad Ramadhan, dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1993 dan di-eksekusi tgl 26 February 1994. Yang lainnya di-eksekusi untuk pembunuhan lain.

NAH, SIAPA YANG BERANI BILANG BAHWA SI PAKAR AL AZHAR DIATAS, SALAH MENAFSIRKAN ISLAM ??


IRAK - Murtad dari Islam ditembak mati

Ziwar Muhammad Isma’il, Seorang muslim yang murtad ke agama lain ditembak dan dibunuh karena agamanya, demikian Middle East Concern.

Ziwar, pengendara taksi di Zakho, di kawasan Kurdi (Irak Utara) ditembak oleh Abdul-Karim Abdul-Salam di sebuah tempat perempatan taksi, pada tanggal 17 February.

Abdul Salam mendekati Ziwar dan menentangnya agar kembali ke Islam. Ketika Ziwar menolak, ia ditembak dengan senjata otomatisnya. Ketika ditangkap, Abdul-Salam mengatakan bahwa nabi Muhammad datang kepadanya dalam sebuah mimpi dan mengatakan untuk membunuh Ziwar.

Ziwar murtad 7 tahun yang lalu, dan berbeda dengan murtadin lainnya, ia dengan terbuka menyatakan kemurtadannya. Akibatnya, ia diancam oleh keluarganya sendiri, Muslim2 lain, ditangkap dua kali, walau tidak pernah dikenakan tuduhan secara resmi. Ziwar meninggalkan seorang janda dan 5 anak.


INDIA – Murtadin yang dibunuh muslim

Dua Muslim tulen membunuh seorang murtadin yang pindah dari Islam 10 tahun yang lalu. Bashir Ahmad Tantray dibunuh disaat siang bolong. Ia meninggalkan isteri dan 4 orang anak.

Setelah ia ganti agama, ia mulai menerima ancam terhadap nyawanya. Ia tidak dikubur dengan tata cara agama lain, takut kuburannya dirusak. Ia dikubur SECARA ISLAM !!!

(Bahkan dalam kubur PUN, murtadin tidak tenang !)


IRAN – Wanita Iran yang mengkritik Islam


Sejak kecil Chahdortt Djavann sudah dianggap sebagai pemberontak. Akibat Revolusi di Iran, keluarganya pindah ke Perancis. Th 1998, ia mempertahankan gelar Masternya dengan tesis tentang indoktrinasi agama : menganalisa buku2 wajib SD-SD di Iran. Ia kemudian memfokuskan studinya tentang masalah imigrasi di Perancis.


Th 2002, ia menerbitkan novel pertamanya, menceritakan pengalaman hidupnya, Je viens d’ailleurs. Setahun kemudian ia membuat HEBOH dengan bukunya : Bas les voiles ! (Campakkan Jilbab!) dan mengutuk jilbab Muslimah. Namanya langsung tersohor. Dan banyak yang berkali2 lewat telpon.

September 2004, ia lagi2 membuat heboh dengan menerbitkan Que pense Allah de l’Europe ? (Apa yg Dipikirkan Allah ttg Eropa ?).

Ia diwawancarai macam2 media : Le Point, Libération, le Figaro, Elle…. Ia juga sering memberikan kuliah di Senat Perancis, la Mairie de Paris, le Grand Orient de France, the Assembly of Women dan la LICRA (the International League against Racism and Anti-Semitism) yang memberinya hadiah 'The International Prize for Secularism,' th 2004.


SOMALIA - Militan bunuh para murtadin

Barnabas Fund, yayasan yang membantu kristen di negara2 muslim, melaporkan bahwa, Ali Mustaf Maka‘il-usia 22 tahun, dibunuh tanggal 7 September di ibukota Mogadishu.

"Ia ditembak dipunggungnya karena MENOLAK BERGABUNG DENGAN MASSA MELANTUNKAN AYAT2 QURAN PADA SAAT GERHANA BULAN," kata Barnabas Fund. Gerhana matahari dan bulan sangat penting dalam Islam dan selalu diikuti dengan pembacaan ayat2 tertentu, demikian para pakar.

Kelompok yang menembaknya "menahan jenazahnya selama 24 jam" sebelum mengembalikannya kepada keluarganya, demikian Barnabas Fund.

"Nampaknya penguasa Islam di Somalia semakin meningkatkan tekanan terhadap komunitas kristen yang kecil," kata BF.

Sejak bulan Juli, tiga Kristen ditembak dan dibunuh oleh Islamis (baca :: Muslim tulen). Oktober 2005, seorang evangelist dan pemimpin gereja rumah (house church leader), Osman Sheik Ahmed, "ditembak mati oleh Islamis radikal," kata BF.

Selain itu, anak2 pengungsi Somalia yang Kristen di Kenya diculik oleh keluarga2 Muslim dan dibawa ke madrasah untuk “rehabilisi”, kata polisi.

Pemimpin kelompok Islamis radikal (ICU), Hassan Dahir Aweys, berjanji untuk memberlakukan Shariah di daerah2 yg dikuasainya. Dibawah Shariah, mereka yang meninggalkan Islam bagi agama lain HARUS DIBUNUH.

"Para pemimpin ICU sudah mengancam untuk membunuh Muslim yang murtad, yang malas dalam melakukan sholat 5 kali/hari, dan mengatakan bahwa ini diperintahkan oleh Shariah,"

MESIR – Dibunuh karena berbicara tentang Islam


4 Orang dalam satu keluarga DIBUNUH di New Jersy setelah menerima ancaman mati karena berbicara menentang Islam

Imigran Koptik Mesir yang berimigrasi ke Amerika dan tinggal di New Jersey, Hossam Armanious, isterinya dan kedua puteri mereka, 15 dan 8 tahun, ditemukan tewas terbunuh secara BRUTAL di kediaman mereka pada tanggal 14 Jan.

Tattoo salib Koptik di pergelangan tangan gadis 15 tahun ini ditikam, dicabik2 dan wajahnya dirusak sampai tidak lagi dikenali. Ini jelas bukan pekerjaan perampok biasa !!


Armanious menghabiskan waktu luangnya di chat room internet, berbicara online menentang penindasan Muslim atas kaum Koptik di Mesir. Ia diancam mati oleh anggota2 Muslim di situs bersangkutan.

"Sebaiknya kau menghentikan bullshit ini atau kami akan mencarimu dan akan mengejarmu seperti ayam dan MEMBUNUHmu," demikian bunyi ancamannya. Tapi Armanious mengatakan bahwa ia berada di AS dan berhak mengatakan apapun yang ia inginkan. Malang bagi lelaki ini, bahkan di AS pun ia tidak bebas mengungkapkan pendapatnya.


Pihak penyidik mengatakan bahwa setiap korban diikat, disumpel mulut mereka dan ditikam berkali di leher dan dada. Pergelangan tangan Sylvia yg bert-tattoo-kan gambar salib Koptik kecil, dicabik2 (dimutilasi). Ini jelas tindakan Islam. Ini tindakan teror.

Anggota Koptik di Jersey City seperti keluarga Armanious mengungsi dari Mesir untuk menghindari ancaman religius - tahu benar akan hubungan Islam fundamentalis dengan pembunuhan saudara2 mereka ini. Salah seorang yang hadir dalam upacara penguburan mereka berteriak pada Muslim2 yang tidak tahu malu menghadiri upacara tersebut, termasuk seorang sheik. "Islam pembunuhnya!" teriaknya berkali2 sebelum ia akhirnya diseret kedalam mobil polisi. Ternyata di AS pun, kebenaran tidak dapat diungkapkan.

BANGLADESH – Hukuman mati bagi sang Rektor

Pada tanggal 16 November, 2001, Rektor Hindu bernama Gopal Krishna Muhuri dari perguruan tinggi Nazirhat di Chittagong ditembak mati oleh anggota fundamentalis Islam Jamat-e-Islami, yang adalah sekutu partai nasional Bangladesh yang berkuasa di daerah itu. Sang Rektor adalah orang yang terkenal dan dihormati sebagai pejuang kemerdekaan. Empat pria yang tampaknya bersahabat tahu2 menodongkan senjata api mereka ke kepala Muhuri dan menembaknya dari jarak dekat. Inilah cara mereka berterima kasih pada pejuang kemerdekaan. Peluru2, bom2 dan airmata buaya dari pihak penguasa.


NIGERIA – Karena Murtad diancaman Mati


Muhamad Sarajo dan Idris Aliyu

Idris Aliyu menjadi murtadin bulan Maret tahun ini setelah membaca kitab Lukas tentang kebangkitan Isa. Muhamad Sarajo murtad setelah disembuhkan dari penyakit kronisnya lewat sebuah mukjizat.

Idris, berusia 24, asal dari desa Kominjak dari kota Namu di negara bagian Plateau. Ia bekas murid madrasah. Ia diancam nyawanya oleh paman dan muslim2 lain di daerahnya. Mereka mengatakan agar ia bersiap2 mati sebagai kafir.

"Saya tidak dapat menganggap enteng ancaman mereka, karena saya tahu bahwa seorang mantan Muslim di kota Katsina dibunuh beberapa waktu lalu ketika ia berpindah agama," kata Idris. Bahkan orang tuanya sendiri tidak bersimpati padanya.

"Daripada meninggalkan Isa, mending saya lari dari rumah," katanya. “Saya membaca bahwa keselamatan dalam Quran hanya tersedia bagi mereka yang beruntung. Namun dalam agama lain, keselamatan tersedia bagi siapa saja yang percaya Isa."

Muhammad Sarajo menjadi Kristen pada usia 16 (12 tahun lalu). Ia menderita penyakit misterius, yaitu luka2 menyakitkan diseluruh tubuhnya, bulan Juli 1993 that penyakitnya membuta kesakitan yang luar biasa dan darah mengucur diseluruh tubuh. Ia sudah dibawa ke seorang imam yang mencoba menyembuhkannya dengan ayat2 Quran, tetapi tidak berhasil.

Ia akhirnya terbaring dirumah karena semua orang mengharapkan ia akan segera mati. Desember 1993, setelah dirumah selama 5 bulan, ia mulai bosan dan pelan2 bergerak ke rumah tetangganya yang kebetulan Kristen. Dirumahnya itu, Muhamad menemukan Injil dan secara iseng membacanya. Ia secara tidak sengaja menemukan Surat Mateus 7.7–9 tentang janji keselamatan Isa bagi mereka yang meminta, mencari dan mengetuk pintunya. Dalam hatinya, ia lalu meminta Isa untuk menyembuhkannya. Kalau ia benar sembuh, maka Muhamad berjanji akan jadi Kristen. Dua hari kemudian, ia sembuh.

Keluarganya tidak percaya, terkejut atas kesembuhannya! Dan ayahnya membawanya ke imam terdekat. Singkat kata, sang imam dan keluarganya membujuknya untuk kembali masuk islam. Setelah ia menolak, ayahnya mencapnya sebagai Kafir dan mengusirnya dari rumah. Bahkan pakaiannya tidak boleh ia bawa serta.

Muhamad mengungsi ke rumah tetangga Kristennya, dan keesokan harinya ayah Muhamad mendatanginya dengan botol Coca Cola dan memukul kepala Muhamad dengan botol CC tersebut.

Kotanya, Wamba, yang mayoritas Muslim, sangat tegang karena kemurtadan Muhamad ini karena ia dikenal sebagian siswa Quran terbaik di kota itu. Semangat Islaminya dikenal luas. Oleh karena itulah insiden pemurtadannya ini sangat membuat shock. Akibatnya ia juga diusir dari sekolahnya.

Setelah ia kabur, mengungsi dari satu keluarga Kristen ke keluarga Kristen lainnya, ayahnya melapor kepada polisi dan polisi melacaknya dengan mengumumkannya lewat radio dan menyatakan dirinya "wanted" (dicari).

Ia berhasil ditangkap dan dituduh 'menyebarkan kebingungan dikota tersebut karena ia Kristen.' Dan berbagai pemimpin Islam berusaha keras agar ia kembali ke Islam.

Polisi terpaksa membebaskannya karena UU Nigeria menjamin kebebasan warga untuk memilih agama sendiri. Tapi bulan Maret 1994, ia terpaksa melarikan diri karena ancaman dari Muslim di kotanya semakin gencar.

Kedua murtad Nigeria ini sampai sekarang masih kukuh pada pendirian mereka, walau tahu bahwa suatu saat kebandelan mereka harus ditebus dengan nyawa mereka. Mereka membaktikan diri untuk menarik Muslim dari Islam.

Alhamdullilahhhhh ...


TURKI : Pakar yang diseret ke pengadilan

Muazzez Ilmiye Cig: dibebaskan pengadilan karena menghina Muslimah dalam buku yang mengulas sejarah jilbab kepada prostitusi 5000 tahun yang lalu.

Sejarawan berusia 92 tahun diseret ke pengadilan karena tulisannya dianggap menghina kehormatan religius dan menyulut kebencian. Tuduhan tidak terbukti pengadilan Istanbul.

Puluhan tokoh intelektual, termasuk pemenang hadiah Nobel untuk literatur, Orhan Pamuk, disidang karena menyerang konsep2 yang dianggap tabu oleh masyarakat Islam Turki.

Cig, yang menerjemahkan 3.000 batu2 berisi pahatan tulisan bersejarah dan menerbitkan penemuannya tahun lalu menghadapi penjara 3 tahun kalau terbukti bersalah.

Cig, wanita asal Sumeria (kini bagian dari Irak), dalam bukunya, 'My Reactions as a Citizen,' mengatakan bahwa JILBAB DIKENAKAN WTS DLM KUIL2 dalam era Sumeria untuk membedakan mereka dari wanita yang bekerja sebagai pendeta. Wanita sering menjadi ketua upacara di kuil dalam masyarakat polytheisme, kata Cig.


IRAK – Wanita pejuang HAM diembak mati

KIRKUK, Iraq (AFP) - Orang2 bersenjata mendobrak rumah seorang wanita Irak, pejuang HAM bagi wanita, mereka MENEMBAKNYA MATI DIDEPAN KETIGA ANAKNYA, demikian kata polisi.

Kaum wanita profesional dan pejuang HAM sering menjadi target kelompok2 Islamis yang ingin agar wanita memainkan peran yang lebih tradisional dan menggunakan kekerasan untuk mengusir wanita dari jabatan2 umum.

Kehidupan wanita pejuang HAM ini berubah drastis ketika AS menginvasi Irak pada Maret 2003. Keamanan jiwanya teramcam karena sisiten negara yang dipimpin Saddam mengekang Islam Radikal, namun setelah pemerintahan Saddam runtuh, para kaum Islam Radikal berusaha untuk membunuhnya.

Kolonel Imad Khudir, kepala polisi Kirkuk mengatakan bahwa Halima Ahmed Hussein al-Juburi, 38 tahun terbunuh setelah diserang dirumahnya di selatan Hawijah. Jubiri adalah Ketua Pembela HAM.


PALESTINA – Hukuman bagi yang meninggalkan Islam

(hal 155): "Hukuman logis bagi eksekusi orang yang meninggalkan islam adalah sebagai berikut: Tidak ada hal dalam Islam yang bertentangan dengan kemanusiaan. Siapapun yang bergabung dengan Islam setelah mengakui kebenaran dan setelah merasakan kemanisannya kemudian meninggalkannya – sebenarnya memberontak melawan kebenaran dan logika. Seperti rejim manapun, Islam harus melindungi diri dan oleh karena itu hukuman (eksekusi) menunggu mereka yang meninggalkannya, karena ia menyebarkan keraguan tentang Islam" …

"Meninggalkan Islam adalah kejahatan yang mengakibatkan hukuman keras … [Tahap2 hukuman adalah]:

"Mendesak [murtadin yang berdosa itu] untuk segera bertobat…
"Memperingatkannya bahwa sikap kerasnya untuk tetap murtad akan mengakibatkan ia dieksekusi ...
"Exekusi murtadin kalau tetap memutuskan untuk murtad dari Islam ..."

Sheik Taissir Tamimi, kepala pengadilan Syariah di Tepi Barat dan Gaza mengatakan bahwa wanita Palestina yang ingin cerai sering menuduh suami mereka karena murtad, demi membatalkan perkawinan mereka. Ini satu2nya cara wanita mencari perceraian, karena dalam Islam, dilarang bagi isteri untuk menceraikan suami.


IRAN - Puteri seorang pastor yang dieksekusi dan suaminya ditahan

TEHRAN, IRAN - Polisi rahasia Iran menahan pasangan Kristen di kota Mashhad, memaksa mereka meninggalkan puteri mereka yang berusia 6 tahun, demikian dilaporkan pada tanggall September 29.

Preman menjemput Reza Montazami, 35, dan isterinyan Fereshteh Dibaj, 28, di rumah mereka, September 26, kata Compass Direct News.

Komputer dan barang2 milik mereka juga disita, beserta dengan literatur Kristen. Badan intel Iran tidak memberikan alasan bagi penahanan tersebut.

Montazami meninggalkan Islam pada usia 20-an. Isterinya, Fereshteh, adalah puteri termuda, Rev. Mehdi Dibaj, seorang pastor dari Assemblies of God yang dibunuh karena agamanya, 12 tahun yang lalu, kata Compass Direct News.

Mehdi Dibaj dipenjara selama 9 tahun dan diberikan hukuman mati karena murtad. Karena protes internasional, ia dibebaskan tetapi tidak lama sesudahnya, ia diculik dan dibunuh saat dalam perjalanan ke pesta ultah puterinya, Fereshteh.

Montazami dan isternya memimpin gereja independen di Mashhad, dan pada tahun 1998an yang kemudian ditutup pemerintah Islam Iran.

Desember 1990, pemerintah Iran juga mengeksekusi pastor lain dari Mashhad, Rev. Hussein Soodmand. Ia mantan Muslim yang menolak meninggalkan agama barunya dan selama 4 bulan di penjara ia mengalami “perlakuan ekstrim terhadap badan dan jiwanya,” demikian badan HAM.

Sejak itu, pengikut2 Kristen di Mashhad ditahan, diancam, ditahan karena tuduhan murtad dan bahkan diusir dari rumah mereka oleh penguasa setempat. Kebanyakan keluarga Kristen ini mencari suaka di luar negeri, kata Compass Direct News.

Kota Mashhad dianggap salah satu kota tersuci kaum Shiah, dan merupakan kota ziarah yang mengandung kuburan Imam Ali Reza, abad ke 9.


ARAB SAUDI – Seorang guru dipenjara karena memuji seorang Yahudi

Saudi, menurut KOMISI KEBEBASAN AGAMA INTERNASIONAL adalah pelanggar terbesar HAM dalam bidang kebebasan beragama. Bahkan seseorang yang tidak beragama Islam dilarang menginjakkan kakinya di “TANAH SUCI” tersebut.

SILAHKAN ANDA MELIHAT KASUS2 LAINNYA DIBAWAH INI;

Amina Lawal di Nigeria

Penculikan karena 'Penghinaan' terhadap Islam

Remaja dicambuk karena sex

Diperkosa karena meninggalkan Islam

600 Orang pertahun dipaksa masuk Islam

SUDAN - Mahmud Mahammad Taha dihukum gantung


Jutaan orang didunia telah mengetahui kebohongan Islam, dan mereka tetap memutuskan untuk meninggalkan Islam meski mereka tau resiko apa yang akan dihadapinya.

SUDAHKAH ANDA MURTAD HARI INI .......????

YESUS - DAN - TRINITAS - TRITULGGA

Berdasarkan analisis rasional dan membuang segala asumsi dasar mengenai Muhammad, kami telah membuktikan bahwa Muhammad adalah seorang narsisis, psikopat kejam, dan pembohong besar yang mengaku2 seorang nabi. Sangatlah sulit untuk menerima kenyataan bahwa Muhammad bukanlah rasul Allah, karena ketika kita mulai meragukan kenabian Muhammad, hal pertama yang terpikirkan oleh kita adalah api neraka, hukuman, kutukan dan azab dari Allah. Ketakutan seperti inilah yang membelenggu orang beragama untuk tidak mempertanyakan kembali kebenaran agamanya.

Artikel ini bertujuan menjawab pertanyaan dari para muslim mengenai pendapat kami terhadap Yesus dan Trinitas. Artikel ini merupakan pendapat pribadi kami dan beberapa murtadin diblog ini, sehingga tidak mewakili argumen exmuslim secara keseluruhan.

Di beberapa artikel terdahulu kami telah menunjukkan bahwa Muhammad banyak belajar agama dari Waraqah, saudara sepupu Khadijah, istri pertamanya. Waraqah adalah seorang Pendeta Nosrania / Nestorian (Ibn Hisham, Sirah, Vol 1, hlm 203), sebuah sekte dari Kristen Ortodox yang menolak Trinitas (bahwa Yesus adalah Allah). Kami tidak memperoleh informasi apakah Pendeta Waraqah ini mengikuti ajaran Nosrania sepenuhnya, ataukah ia juga memiliki pemahaman yang berbeda dengan akidah baku Nosrania.

Perlu diingat, bahwa sebelum Waraqah menjadi seorang Pendeta Nasrani, ia adalah seorang pemeluk agama Musa (Yahudi), dimana menurut kepercayaan Yahudi, Allah adalah Esa (tauhid) dan tidak dapat disejajarkan dengan apapun (monotheisme absolut), bahkan penggunaan istilah2 seperti; anak Allah, Bapa, adalah syirik dan dianggap sebagai sebuah hujatan, karena menciderai keagungan Allah. Jadi sangatlah mungkin jika seorang Waraqah mengkritik ajaran2 kekristenan Ortodox yang dia anggap bertentangan dengan pemahaman awalnya sebagai seorang Yahudi. Kritikan yang ia ajarkan pula kepada sang murid, Muhammad.

Selain kritikan terhadap Kekristenan Ortodox, didalam Quran kita juga menemukan banyak hal mengenai Yesus, yang pada dasarnya diambil Muhammad dari injil Matius terjemahan Waraqah, bukti tersebut adalah;

Yesus lahir bukan dari hubungan suami istri biasa, melainkan dari seorang perawan Maryam atas kehendak Allah. (QS 19:18-22). Bahwa Yesus terkemuka didunia dan akhirat (QS 3:45), bahwa Yesus melakukan mujizat (QS 2:253), dan masih banyak ayat lainnya. Silahkan lihat artikel lengkapnya di link dibawah ini:


Namun Muhammad (atau mungkin Waraqah) juga mengalami tiga kesalahan utama dalam memahami Yesus. Kesalahan tersebut adalah;

INJIL DIBERIKAN / DITURUNKAN DARI ALLAH KEPADA YESUS
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi (QS 19:30). Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) (QS 5:46).

Menurut pendapat Muhammad dan sebagian besar dari kita, Yesus diberi sebuah kitab oleh Allah, yang bernama Kitab Injil. Padahal jika diselidiki dengan benar, Injil pada dasarnya adalah kumpulan biografi Yesus yang ditulis oleh para sejarawan Kristen, bukan hasil karya atau tulisan seorang Yesus. Kedudukan Injil hampir sama dengan 3 biografi utama Muhammad, yaitu Sirat Rasulnya Ibn Ishaq, Tabaqatnya Ibn Saad, dan Tarikhnya Tabari.

Injil sendiri terdiri dari 4 kitab, yaitu Kitab Matius, yang ditulis oleh murid Yesus bernama Matius. Kitab Matius ini utamanya ditujukan kepada orang2 Yahudi. Kedua adalah Kitab Markus, sesuai namanya kitab ini ditulis oleh Markus, kitab ini utamanya ditujukan kepada orang2 Romawi yang polytheis. Kitab ketiga adalah Lukas, ditulis oleh seorang yang bernama Lukas, yaitu tabib Yunani yang awalnya adalah seorang polytheis, dan kemudian percaya kepada Yesus. Kitab keempat adalah Kitab Yohanes, ditulis oleh sahabat dan murid Yesus bernama Yohanes bin Zebedeus.

Perbedaan mendasar keempat Injil dengan biografi Muhammad adalah rentang waktu antara penulisan biografi tersebut dengan masa kehidupan tokohnya. Injil ditulis oleh orang yang hidup pada masa Yesus, sebagian dari mereka melihat dan mengenal Yesus secara pribadi. Keempat injil ditulis antara tahun 55 sampai 90 Masehi, kurang lebih 20 sampai 50 tahun setelah kenaikan Yesus. Sedangkan rata2 biografi Muhammad ditulis antara 750 sampai 900 Masehi, yaitu 200 tahun setelah kematian Muhammad.

Hal ini membuktikan bahwa Muhammad salah mengerti mengenai Injil. Muhammad mengira bahwa Yesus diberikan sebuah kitab bernama Injil. Dengan pemahaman seperti ini, Muhammad akhirnya membual bahwa ia juga diberi / diturunkan sebuah kitab oleh Allah, sebuah bualan yang akhirnya terbukti kebohongannya.

YESUS ADALAH SEPUPU MUSA
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina" (QS 19:27-28).

Salah satu kesalahan sejarah terbesar Muhammad yang ia tuangkan dalam Quran adalah sangkaan bahwa Yesus adalah sepupu Musa dan Harun. Muhammad mengira bahwa Maryam (Ibu Yesus) adalah saudara dari Musa dan Harun. Padahal Musa hidup sekitar 800 tahun sebelum lahirnya Yesus. Berdasarkan Taurat, Musa mempunyai dua saudara, yaitu Harun dan Miryam (Bilangan 26:59), karena nama Maryam mirip dengan Miryam ( i dan a), Muhammad mengira bahwa kedua orang tersebut adalah sama. Salah satu kesalahan Quran karangan Muhammad terbukti disini.

TRINITAS MENURUT QURAN ADALAH ALLAH, YESUS DAN MARIA
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib". (QS 5:116)

Ayat lain yang menyiratkan ketidaktahuan Muhammad tentang Trinitas ada dalam Surat Al Maaidah berikut ini;

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS 5:73-74)

Sekali lagi ketidaktahuan Muhammad mengenai Kekristenan nampak dalam ayat ini. Kita mengetahui bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Yesus, dan Roh Kudus, bukan Allah, Yesus, dan Maryam seperti yang dikira oleh Muhammad. Kesalahan demi kesalahan dalam Quran tersebut menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Quran bukanlah berasal dari Pencipta Alam Semesta, melainkan hanya hasil pemikiran seorang Muhammad.


TRINITY, TRINITAS, TRITUNGGAL

Sebelum kita menganalisis mengenai Trinitas, sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu 2 perbedaan pola pikir antara kita dengan umat Kristen, antara Quran dan Alkitab, yaitu penggunaan kata Tuhan dan Allah menurut pemahaman Alkitab, dan juga penggunaan istilah “Anak Allah” dalam Injil..

KATA TUHAN DAN ALLAH MENURUT PEMAHAMAN ALKITAB.
Secara etimologis kata Allah dan Tuhan memiliki makna arti yang berbeda. Allah dalam bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai “sesembahan”, atau “yang layak disembah”. Dalam bahasa Arab disebut Allah (berasal dari bahasa sansekerta, lihat di Kitab Hindu India Rigveda Book 3 Hymn 30 V. 10 dan Rigveda Book 9 Hymn 67 V. 30.), dalam bahasa Inggris disebut God, dalam bahasa Ibrani disebut Elohim, dan dalam bahasa Yunani disebut Theos.

Sedangkan Tuhan, berasal dari kata Tuan, yang diperhalus menjadi Tu(h)an, yang artinya adalah “pimpinan”, atau “yang dihormati”. Tuhan dalam bahasa Arab disebut; Robb, dalam bahasa Jawa disebut Gusti (klik disini), dalam bahasa Inggris disebut Lord, dalam bahasa Ibrani disebut Adonay dan dalam bahasa Yunani disebut Kurios.

Jadi jika ditelusur secara etimologis, dalam pemahaman Alkitab, Allah pastilah Tuhan, tapi Tuhan belum tentu Allah. Misalnya ketika Ibrahim disebut lord oleh istrinya; “...as Sarah obeyed Abraham, calling him lord” (1 Petrus 3:6). Sarah memanggil Ibrahim Tu(h)an, tapi jelas Abraham bukanlah Allah (God). Dalam bahasa Inggris, Yesus dipanggil dengan Lord Jesus, atau dalam bahasa Jawa; Gusti Yesus dan dalam bahasa Indonesia Tu(h)an Yesus. “Allah telah membuat Yesus ... menjadi Tu(h)an dan Kristus / God has made Jesus ... both Lord and Christ” (Kis 2:36). Jadi kita tidak perlu berkeberatan jika Yesus oleh umat Kristen dipanggil Tuhan, karena kata Lord, Gusti ataupun Tu(h)an dipakai juga untuk menghormati seorang pemimpin, contohnya Lord Buckingham, Gusti Prabu Brawijaya, Tu(h)anku Imam Bonjol, dan sebagainya.

ISTILAH ANAK ALLAH DALAM INJIL
Selain tiga kesalahan utama yang kami sebutkan didepan, Muhammad rupanya juga mengalami kerancuan dalam memahami istilah “anak Allah” yang disebut dalam Injil. Hal ini wajar terjadi, karena sesembahan awal Muhammad, Dewa tertinggi Kabah, Allah, memang memiliki 3 anak (dalam artian keturunan), yaitu Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat.

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? (QS 53: 19-20)

Sedangkan pengertian “anak Allah” dalam Taurat dan Injil bukanlah anak secara jasmani seperti pemahaman Muhammad diatas. Istilah anak Allah dapat dipelajari dari beberapa ayat berikut;

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. (Yohanes 1:12-13)

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Lukas 6:35)

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. (Galatia 3:26)

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (I Yohanes 3:2)

Dari 5 ayat diatas dengan jelas ditegaskan bahwa makna “anak Allah” bukanlah dalam pengertian jasmani / biologis, melainkan dalam pengertian rohani, yang pada umumnya berarti kedekatan Pencipta dengan makluk ciptaannya, seperti halnya hubungan seorang Bapak dengan Anak! Andi adalah “anak emas” di sekolahnya! Hal ini bukan berarti ayah Andi adalah logam mulia bernama EMAS, namun ini bermakna bahwa Andi dianggap berharga, terpilih, istimewa dibanding anak lainnya, layaknya emas dibanding logam lainnya!

Yesus juga disebut sebagai “Anak Allah”, dengan huruf awal, huruf kapital, karena merujuk kepada seorang individu. Sebutan “Anak Allah” yang melekat pada Yesus, pada dasarnya memiliki arti yang sama dengan “anak-anak Allah” pada ayat2 sebelumnya, yang menunjukkan kedekatan Allah dengan Yesus. “Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (QS 3:45). Dengan pemahaman yang benar, bukanlah syirik jika Yesus disebut dengan istilah “Anak Allah”.

Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." (Matius 27:54)

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." (Markus 3:11)

Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (I Yohanes 3:8)

Alkitab juga menceritakan hubungan yang unik antara Yesus dengan Allah. Yesus bukan hanya sekedar Anak Allah dalam pengertian kedekatan, tapi juga disebutkan bahwa Yesus adalah “Anak Sulung Allah”.

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. (Kolose 1:15)

Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah. (Wahyu 3:14)

Sebutan Yesus sebagai “Anak Sulung Allah” memiliki makna bahwa Yesus adalah permulaan dari ciptaan Allah, atau ciptaan Allah yang pertama kali! Dua ayat diatas dengan tegas menyebutkan bahwa Yesus adalah Ciptaan. Jadi siapakah sebenarnya Yesus itu menurut penelusuran Alkitab secara benar?

Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. ( I Korintus 1:24 )

Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. (Amsal 8:12)

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada, ..... aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; (Amsal 8:22-30)

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (Yohanes 8:58)

Ayat2 diatas menegaskan kembali bahwa Yesus sudah ada sebelum dunia ini diciptakan, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai anak kesayanganNya. Jika Yesus adalah ciptaan, Malaikatkah Dia? Mungkinkah Yesus adalah “Malaikat Perjanjian” yang disebutkan dalam Maleakhi 3:1 ? Kitab Ibrani menyebutkan bahwa kedudukan Yesus jauh lebih tinggi daripada para Malaikat!

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Ibrani 1:1-6)

Selain disebut sebagai “Anak Sulung Allah”, seorang penulis Injil, yang juga murid Yesus, Yohanes, berulangkali juga menyebut Yesus sebagai “Anak Tunggal Allah”;

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yohanes 1:18)

Pengakuan Yohanes tersebut jelas berasal dari perkataan Yesus sendiri;

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Mengapa Yesus disebut atau memiliki gelar Anak Tunggal Allah? Simaklah ayat2 berikut ini!

Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. (Yohanes 5:22-23)

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius28:18)

Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku (Yohanes 12:44-45)

Sekilas gelar anak sulung dan anak tunggal nampak bertentangan, namun seperti halnya anak emas dan anak2 Allah, kedua gelar diatas merupakan istilah. Istilah Anak Sulung menekankan Yesus sebagai yang sulung dari segala ciptaan, sedangkan istilah Anak Tunggal menekankan Yesus sebagai SATU2NYA (tunggal) yang diberikan kuasa oleh Allah atas bumi dan surga. Dan SATU2NYA yang diberi kuasa untuk menghakimi seluruh umat manusia saat kiamat nanti. Namun demikian tetap Yesus bukanlah Allah, Yesus adalah utusan Allah, yang mengambil wujud sebagai manusia. Karenanya Yesus menyebut diri sebagai “Anak Manusia”.

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. (Yohanes 3:13)

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan (menyalibkan) Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku”. (Yohanes 8:28)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:30)

Apapun sebutannya, entah itu “Anak Allah” ataupun “Anak Manusia”, tak ada satupun ayat yang secara tegas mengatakan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, atau Yesus = Allah. Bahkan jika kita menyelidiki dengan benar, baik perkataan Yesus sendiri ataupun kisah dari para pengikut Yesus, seperti Yohanes, Petrus ataupun Paulus Tarsus, tak ada satu pun tulisan mereka yang menyatakan bahwa Yesus setara dengan Allah.

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. (Yohanes 12:49)

Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)

Tetapi tentang hari dan saat itu (kedatangan Yesus kedua kali) tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. (Yohanes 24:36)

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (Kisah Para Rasul 7:55)

Jika Injil tidak menyebut sama sekali tentang Tritunggal, lalu darimanakah ajaran ini berasal? Istilah “Trinity / Trinitas / Tritunggal” diperkenalkan dan diformulasikan pertama kali oleh Tertulianus (klik disini). Bertahun2 setelahnya, banyak pertentangan terhadap ajaran / dokrin mengenai kesetaraan Yesus dengan Allah ini, salah satu tokoh penentangnya adalah Arius (256-336M) / Arianisme (klik disini).

Karena khawatir pertentangan agama ini akan menyebabkan terjadinya perpecahan negara, penguasa Romawi saat itu, Kaisar Konstantin, menyelenggarakan sebuah pertemuan besar antar para uskup di kota Nicea (kini Iznik, Turki), pertemuan yang kemudian di kenal dengan nama Konsili Nicea Pertama ( tahun 325 M ). Kaisar Konstantin sendiri bukanlah seorang kristen, ia adalah seorang polytheis / kafir, yang mempercayai banyak Tuhan. Meskipun bukan seorang kristen, dan tak tahu banyak mengenai ajaran Injil, namun sejarah membuktikan bahwa Konstantin lah yang menjadi ketua konsili tersebut. Dengan aktif ia memimpin pertemuan, bahkan secara pribadi mengusulkan suatu rumusan penting yang menyatakan hubungan Yesus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’.

Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati. Karena itu, peran Konstantin sangatlah penting. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini mengambil keputusan demi keuntungannya sendiri dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa2 tentang pertanyaan2 yang diajukan dalam teologi Yunani. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.

Lihat topik Trinitas versi Nicea beserta gereja2 Kristen yang anti Trinitas ini di Wikipedia, TRITUNGGAL (klik disini).

Kredo awal ini dibahas kembali pada Konsili Konstantinopel (381 M), dengan menekankan keilahian roh kudus. Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas. Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang yang menentang Tritunggal ini dan karenanya mengalami penindasan yang kejam.

Lalu dasar2 apakah yang dipergunakan para teolog, untuk membenarkan ajaran Trinitas ini? Berikut beberapa ayat yang biasanya dikutip oleh para pendeta / pastur penganut Trinitas; beserta bantahan / argumen berlawanan dari kelompok Anti Trinitas;

Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman (Yesus) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Yesus) itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)

Dikatakan bahwa Yesus adalah Allah, padahal berdasarkan terjemahan yang benar, maksud dari ayat tersebut adalah;

Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman (Yesus) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Yesus) itu bersifat ilahi. (Yohanes 1:1)

Di ayat lain Yesus berkata; “Aku dan Bapa adalah satu”:

Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30)

Ayat diatas kurang tepat jika dijadikan dasar bahwa Yesus = Allah, karena diayat selanjutnya Yesus berkata;

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:20-21)

Sesuai dengan konteksnya, kata satu dalam Yohanes 10, ataupun dalam Yohanes 17 bukanlah satu pribadi, melainkan satu hati, satu pikir, satu semangat, satu misi; bukan satu sosok atau oknum. Seperti halnya sepasang suami istri adalah satu tapi tetap dua sosok yang berbeda.

Ayat selanjutnya adalah cuplikan dari surat Paulus Tarsus;

(Kristus Yesus) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. (Filipi 2:6)

Benarkah Paulus menganggap Yesus setara dengan Allah? Tidak! Coba bandingkan dengan tulisan Paulus berikut ini;

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tu(h)an saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)

Cermatlah dalam menafsirkan tulisan2 Paulus, karena tata bahasa yang dipergunakan Paulus sangat tinggi, karena ia dahulu adalah anggota Sanhedrin (MUI nya Yahudi), ia sangat terpelajar dan juga sangat cerdas. Lihatlah pendapat Petrus mengenai Paulus;

Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. (2 Petrus 3:16)

Lalu dimanakah letak persoalannya? Jika diperbandingkan dengan bahasa asli dan versi Inggrisnya ayat 2:6 tersebut seharusnya berbunyi;

(Kristus Yesus) yang walaupun dalam rupa illahi, tidak memikirkan perampasan untuk menjadi setara dengan Allah”. (Filipi 2:6)

Ayat lain yang sering dipergunakan adalah ayat dalam Injil Matius berikut;

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. (Matius 28:19)

Ayat ini sebetulnya ayat biasa saja, tidak ada sangkut pautnya dengan Trinitas, andai tidak ditafsirkan menjadi; “Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus”. Ayat lain yang sering dijadikan dasar Tritunggal namun dapat dengan mudah dibantah jika dibandingkan dengan bahasa aslinya adalah Ibrani 1:8, 1 Yohanes 5:7, Yohanes 20:28, Yesaya 63:8-9, dan masih banyak ayat lainnya.

Jelas sudah bahwa Trinitas bukanlah ajaran yang murni berasal dari Injil. Sebab jauh sebelum Waraqah (guru Muhammad) menentang Trinitas, beberapa orang penganut Arianisme telah melawan konsep ini. Trinitas juga bukan buah pemikiran dari para rasul seperti Petrus, Yohanes ataupun Paulus Tarsus, karena ketiga orang ini tidak pernah menyebutkan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Hal ini jelas tersirat dalam tulisan mereka pada beberapa ayat dibawah ini;

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia. (1 Timotius 2:5-6)

Terpujilah Allah dan Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. (1 Petrus 1:3)

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (I Yohanes 4:10)

Jadi siapapun Yesus, dan bagaimanapun anggapan orang Kristen dan Islam mengenai Yesus, bagi kami Yesus adalah simbol dan wujud perdamaian. Seperti halnya Budha, Yesus adalah sosok manusia termulia yang pernah hadir di dunia ini. Jauh lebih layak dipercaya perkataannya daripada perkataan seorang narsisis dan pembunuh kejam yang mengaku sebagai nabi terakhir seperti Muhammad.

Bahkan mereka menengaku juga di Kitab Hindu bahwa Muhammad SWH sudah di nubuatka